Langkat, SUMATERA UTARA — Amarah warga atas kelalaian perbaikan infrastruktur pecah di Jalan Lintas Medan–Banda Aceh, kawasan Simpang Perkebunan Alenka, Desa Muka Paya, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Kamis (8/10/2026). Gabungan elemen pemuda, konten kreator, dan aktivis LSM turun ke jalan mengelar aksi protes masif.
Aksi yang menyita perhatian ribuan pengguna jalan tersebut dikawal ketat personel TNI dan Polri guna mengantisipasi kelumpuhan total lalu lintas di jalur logistik antarprovinsi tersebut.
Menggunakan armada pick-up, massa membentangkan pesan tajam yang menuding tumpulnya keadilan pajak: “JALAN KAMI SUDAH DARURAT DAN SUDAH SAATNYA DIPERBAIKI. SEBAB BIAYA PERBAIKANNYA SUDAH KAMI BAYARKAN MELALUI PAJAK KAMI”.
Sorotan utama mengarah pada proyek pengerukan jalan yang mangkrak. Badan jalan yang dikeruk tak kunjung disiram aspal, menyisakan traksi berlubang bak cakar ayam yang menebar ancaman polusi debu tebal di musim kemarau dan jebakan lumpur mematikan saat hujan.
“Kami menuntut hak dasar warga. Jalan dikeruk lalu ditinggal begitu saja. Debu dan lumpur sudah jadi makanan harian, tapi pengaspalan tak pernah direalisasikan,” tegas perwakilan Anak Muda Pangkalan Susu (AMPAS) di sela-sela aksi.
Gerakan ini menegaskan bahwa pajak yang disetor masyarakat seharusnya berbanding lurus dengan kelayakan infrastruktur, bukan pembiaran yang mengancam keselamatan jiwa serta melumpuhkan roda ekonomi daerah.
Massa menuntut Pemkab Langkat dan Pemprov Sumatera Utara turun tangan melakukan pengaspalan total tanpa penundaan.
