Sampit, KALIMANTAN TENGAH β Penemuan benda asing berukuran raksasa kembali menghebohkan masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Kali ini, sebuah benda logam misterius berbentuk menyerupai kubah ditemukan di areal perkebunan kelapa sawit PT Agro Bukit, Kilometer 26, Blok H27, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, pada Selasa pagi (20/10/2026) sekitar pukul 08.40 WIB.
Benda berdiameter sekitar 3 hingga 4 meter tersebut pertama kali disadari oleh sejumlah pekerja kebun yang hendak memulai aktivitas harian mereka. Secara fisik, objek besar berwarna cokelat kekuningan ini memiliki permukaan melengkung dengan kabel-kabel dan beberapa komponen komponen logam kecil yang masih tampak menempel. Temuan baru ini dilaporkan berjarak sekitar 10 hingga 13 kilometer dari lokasi penemuan benda logam pertama pada hari sebelumnya.
Sebelumnya, pada Minggu sore (18/10/2026), warga di wilayah Kotim sempat digegerkan oleh suara dentuman keras dan gemuruh misterius dari arah langit. Rentetan kejadian tersebut langsung terjawab setelah pihak otoritas Bandara H Asan Sampit berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Berdasarkan hasil analisis resmi dari BRIN terhadap komponen dan kode numerik pada temuan awal, benda-benda logam raksasa tersebut dipastikan sebagai serpihan atau puing dari roket pembawa satelit asal China, Zhuque 2E, yang jatuh di wilayah udara Kotim. Otoritas bandara juga menegaskan bahwa berdasarkan hasil kajian, material serpihan roket ini tidak mengandung sisa bahan kimia beracun yang membahayakan lingkungan sekitar.
Guna menjaga keamanan dan kesterilan tempat kejadian perkara (TKP), aparat kepolisian bersama personel militer Korem 102/Panju Panjung telah dikerahkan ke lokasi untuk memasang garis pembatas polisi. Warga setempat diimbau untuk tidak mendekat, menyentuh, ataupun membongkar komponen pada objek tersebut sampai proses evakuasi oleh tim ahli selesai dilakukan.
