JAKARTA – Ruang publik dihebohkan oleh rumor dugaan penangkapan sejumlah perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) kepolisian berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen). Isu yang beredar melalui pesan berantai dan cuplikan layar pada Selasa (3/11/2026) tersebut mengaitkannya dengan operasi senyap Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri terkait dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Informasi yang beredar secara liar tersebut sempat menyeret sejumlah nama, termasuk mantan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Irjen Pol. Ahrie Sonta, Irjen Pol. Eko Hadi Santoso, hingga Kombes Pol. Ferly Hediyat.
Mengutip laporan Aktual (3/11/2026), desas-desus ini diperkuat oleh kesaksian sejumlah jurnalis yang melihat pergerakan personel Brimob menyambangi kawasan Mabes Polri sejak sore hingga malam hari sebelumnya. Kehadiran pasukan khusus tersebut memicu spekulasi panas mengenai stabilitas internal kepolisian di ring satu pemerintahan.
Merespons gelombang spekulasi tersebut, Direktur Siber Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Suhermanto belum memberikan konfirmasi ataupun bantahan resmi. Pihak kepolisian meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi lebih jauh dan bersabar menunggu investigasi rampung.
“Penjelasan komprehensif akan disampaikan pada waktunya,” ujar Brigjen Suhermanto, Selasa (3/11/2026).
Mengingat isu ini sensitif karena menyangkut keamanan simbol negara dan pejabat teras pemerintah, transparansi investigasi internal bentukan Polri kini menjadi sorotan utama demi meredam kesimpangsiuran informasi di masyarakat.
